Home / 1.500 Batang Coklat Terkena Serangan Hama Ulat di Jambi

1.500 Batang Coklat Terkena Serangan Hama Ulat di Jambi

1.500 Batang Coklat Terkena Serangan Hama Ulat di Jambi – Sekitar 2 hektare tempat tanaman kakao atau cokelat di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpe, Kabupaten Muaro Jambi, terserang hama ulat. Perkebunan kakao di desa itu sekarang tidak berhasil panen.

“Ada 1.500 batang coklat yang terserang hama ulat itu. Mengakibatkan, buahnya pada membusuk. Dengan peristiwa ini, saya alami kerugian hampir Rp 11 juta,” kata petani kakao Junaidi Usman, Selasa (19/3/2019).

Dari jumlahnya 1.700 batang pohon kakao yang ditanam, sekitar 1.500 batang kakao tidak wajar panen. Hama ulat atau dimaksud hama penggerek batang itu menyerang tanaman kakao hingga batang pohon kakao mati, daunnya juga jadi kering, serta buahnya jadi hitam dan busuk.

Junaidi berusaha memberantas hama penggerek batang dengan toksin hama seadanya, tetapi tidak mempan. Dia juga mengakui kerepotan atas peristiwa hama penggerek itu.

Perkebunan kakao itu mulai terserang hama penggerek batang semenjak 2015. Saat itu, tidak semua batang pohon kakao terserang hama itu, cuma seputar 20 %. Akan tetapi, pada 2019 ini, hama penggerek batang itu makin luas jadi 80 %.

“Jika mulai terserang hama ini awalannya pada 2015. Ini bisa saja dari efek kabut asap saat kebakaran rimba serta tempat di tahun itu. Tapi tidak sangat banyak batang pohon kakao yang terserang, cuma seputar 20 %. Saat ini hama ini makin luas saja, hampir 80 % pohon kakao yang terserang hama ulat ini,” kata Junaidi.

Hama ulat itu pun menyebabkan hasil produksi buah kakao alami penurunan mencolok. Tahun ini Junaidi cuma bisa memanen buah kakao per bulan seputar 19 kg.

Efek hama ulat ini pula berimbas pada turunnya harga buah kakao di market. Beberapa tengkulak yang beli buah kakao dari petani cuma dapat membayar seputar Rp 12 ribu per kg, dari harga awal mulanya sampai Rp 32 ribu per kg.

Karenanya ada hama ulat itu, beberapa petani kakao yang berada di desa itu gulung tikar. Mereka ada yang berubah pekerjaan jadi petani karet serta pinang sebab tidak mampu memikul cost perawatan yang besar sesudah terserang hama ulat itu.

“Saat ini tinggal beberapa petani yang masih tetap ingin bertahan dengan berkebun tanaman kakao ini. Selebihnya ada yang berubah ke petani karet sama pinang. Jika saya masih bertahan, masih tetap selalu coba. Mudah-mudahan saja ada jalan keluarnya,” ucapnya

Junaidi juga mengharap pemda Muaro Jambi memberi pertolongan berbentuk toksin penghilang hama ulat serta pupuk pertolongan untuk melakukan perbaikan pohon cokelat itu supaya beberapa masyarakat di Desa Gedong Karya, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, yang menggantungkan hidupnya lewat cara berkebun kakao bisa terbantu perekonomian mereka supaya tidak terjatuh.

About